Sejarah Busana Muslim

Sejarah Busana Muslim – Al Qur’an memuat beberapa rincian tentang pakaian yang “pantas”; sebagian besar tuntunan terkandung dalam literatur Hadith (ucapan Nabi Muhammad), komponen penting dari hukum Islam. Namun, ini terutama berkaitan dengan ritual Muslim tertentu, seperti haji, atau penguburan, bukan dengan pakaian sehari-hari. Setiap kelompok utama dan sekte Islam bergantung pada kompilasi Hadis-nya sendiri untuk panduan hukum, dan seiring waktu dan sebagai tanggapan terhadap persyaratan regional, penilaian historis diklarifikasi atau digantikan. Jadi tidak ada aturan universal mengenai sifat dan karakter dari pakaian yang “tepat”, termasuk cadar perempuan. Hukum Maliki, misalnya, mengizinkan lebar satu jari dari sutra murni untuk pemangkasan pakaian (pria), sementara pakaian luar sutra murni dapat diterima di kalangan Hanafi. Semua teolog, apakah Sunni atau Shīcī, lebih suka laki-laki Muslim yang taat untuk berpakaian dengan kapas, linen, atau wol, dan mistikus Muslim dikenal sebagai sufīs “pemakai wol.”

Pengolahan dan produksi tekstil membentuk andalan ekonomi Islam Timur Tengah sampai abad kesembilan belas, jadi, tidak mengejutkan, bahasa Arab, Persia, dan sastra Turki mengandung banyak referensi tentang kain dan pakaian. Namun, maknanya tidak tepat dan, hingga saat ini, banyak sarjana berasumsi bahwa pengulangan istilah garmen tertentu selama berabad-abad dan di seluruh wilayah menandakan bahwa makna dan penampilannya tetap tidak berubah dan universal.

 

  • Pilihan warna yang tepat

Hal penting yang pertama adalah pemilihan warna. Pemilihan warna yang tepat tentu akan dapat mendukung penampilan Anda, bagi Anda yang akan menghadiri pesta di siang hari, Anda dapat mengenakan busana muslim kaftan atau gamis dengan pilihan warna-warna soft seperi off white, baby blue, ataupun soft grey. Bagi Anda yang ingin menghadiri pesta dimalam hari Anda dapat mengenakan busana yang lebih memberikan sebuah sentuhan menawan seperti nuansa warna hitam, cokelat, ataupun sentuhan gold dan silver.

 

  • Tentukan model baju

Model baju yang akan ditentukan untuk ke pesta tentu tidak bisa sembarangan, biasanya dalam menghadiri sebuah pesta Anda pasti akan bertemu banyak orang, hal tersebut tentunya akan menjadi pertimbangan Anda untuk tidak sembarangan memilih busana yang akan Anda kenakan untuk menghadiri sebuah acara pesta. Biasanya kebanyakan wanita akan memilih model baju Nibras karena dengan mengenakan dress untuk pesta, Anda hanya perlu memadukannya dengan hijab dan berbagai aksesori pelengkap tanpa harus memilikirkan outerwear atau celana sebagai paduannya. Kaftan atau gamis menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin pergi ke pesta pada siang ataupun malam hari.

Pengertian Baju Muslim Pesta